Flag Counter

free counters

Search your Aircraft

Senin, 07 Februari 2011

CASA - PT DI - CN-235


CN-235
CN235 ASW ASuW MPA of the Turkish Navy.jpg

CN-235 ASW/ASuW MPA milik Angkatan Laut Turki
 Tipe pesawat angkut
 Produsen Dirgantara Indonesia/EADS-CASA
 Perancang Dirgantara Indonesia/EADS-CASA
 Terbang perdana 1983
 Diperkenalkan 1 Maret 1988 oleh Merpati Nusantara
 Status Operasional
 Pengguna TNI AU dan Angkatan Udara Spanyol
Penjaga Pantai Amerika Serikat
TNI AU
Angkatan Udara Spanyol
Angkatan Udara Kerajaan Thailand
Tentera Udara Diraja Malaysia
Tentera Udara Diraja Bruney
Angkatan Udara Pakistan
Angkatan Udara Afrika Selatan
Angkatan Udara Turki
Angkatan Laut Turki
 Harga satuan $ 13.000.000
 Varian C-144,CASA C-295

CASA CN-235M-100 milik Angkatan Udara Spanyol
CN-235 adalah sebuah pesawat angkut turboprop kelas menengah bermesin dua. Pesawat ini dirancang bersama antara IPTN Indonesia dan CASA Spanyol. Pesawat ini saat ini menjadi pesawat paling sukses pemasarannya dikelasnya.

 Sejarah

CN-235 adalah pesawat terbang hasil kerja sama antara IPTN atau Industri Pesawat Terbang Indonesia (sekarang PT.DI) dengan CASA dari Spanyol. Kerja sama kedua negara dimulai sejak tahun 1980 dan purwarupa milik Spanyol pertama kali terbang pada tanggal 11 November 1983, sedangkan purwarupa milik Indonesia terbang pertama kali pada tanggal 30 Desember 1983. Produksi di kedua negara di mulai pada tanggal Desember 1986. Varian pertama adalah CN-235 Series 10 dan varian peningkatan CN-235 Seri 100/110 yang menggunakan dua mesin General Electric CT7-9C berdaya 1750 shp bukan jenis CT7-7A berdaya 1700 shp pada model sebelumnya.

Varian :

PT.Dirgantara Indonesia :

  • CN-235-10 :
    Versi produksi awal (diproduksi 15 buah oleh masing-masing perusahaan), menggunakan mesin GE CT7-7A
  • CN-235-110 :
    Secara umum sama dg seri 10 tetapi menggunakan mesin GE CT7-9C dalam nasel komposit baru ,mempunyai sistem kelistrikan, peringatan dan lingkungan yang lebih maju dibanding seri 100 milik CASA.
  • CN-235-220 :
    Versi Pengembangan. Pembentukan kembali struktur untuk bobot operasi yang lebih tinggi , pengambangan aerodinamik pada tepi depan sayap sayap dan kemudi belok, pengurangan panjang landasan yang dibutuhkan dan penambahan jarak tempuh dengan beban maksimum (MTOW=Maximum Take Off Weight)
  • CN-235 MPA :
    Versi Patroli Maritim, dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan misi ( mulai mendekati fase operasional dan hadir dalam singapore airshow 2008 ). Pada Desember 2009 diumumkan bahwa TNI AL membeli 3 unit CN-235 MPA sebagai baguian dari rencana memiliki 6 buah pesawat MPA sampai tahun 2014. CN-235 MPA menggunakan sistem Thales AMASCOS, radar pencari Thales/EADS Ocean Master Mk II , Penjejak panas (thermal imaging) dari Thales, Elettronica ALR 733 radar warning receiver dan CAE's AN/ASQ-508 magnetic anomaly detection system. Pesawat ini juga akan mengakomodasi Rudal Exocet MBDA AM-39 atau torpedo ringan Raytheon Mk 46.[1]
  • CN235-330 Phoenix :
    Modifikasi dari seri 220, ditawarkan IPTN ( dengan avionik Honeywell baru, EW system ARL-2002 dan 16.800 kg MTOW ) kepada Royal Australian Air Force untuk Project Air 5190 tactical airlift requirement, tapi dibatalkan karena masalah keuangan pada tahun 1998

EADS CASA :

  • CN-235-10 :
    Versi produksi awal (diproduksi 15 buah oleh masing-masing perusahaan), menggunakan mesin GE CT7-7A
  • CN-235-100 :
    Secara umum sama dengan seri 10 tetapi menggunakan mesin GE CT7-9C dalam nasel komposit baru
  • CN-235-200 :
    Versi Pengembangan dengan pembentukan kembali struktur pesawat untuk bobot operasi yang lebih tinggi , pengambangan aerodinamik pada tepi depan sayap dan kemudi belok, pengurangan panjang landasan yang dibutuhkan serta penambahan jarak tempuh dengan beban maksimum
  • CN-235-300 :
    Modifikasi CASA pada seri 200,dengan avionik Honeywell. Kelebihan lain termasuk pengembangan sistem tekanan dan fasilitas instalasi opsional roda depan ganda.
  • CN-235 ASW/ASuW/MPA :
    Versi Maritim
  • C-295 :
    Versi dengan badan lebih panjang, beban 50% lebih banyak dan mesin baru PW127G.

Spesifikasi (CN-235-100/110)

EADS CASA CN-235.svg

Karakteristik Umum

  • Kru: 2(dua) pilots
  • Kapasitas: sampai 45 penumpang
  • Panjang: 21.40 m (70 ft 3 in)
  • Bentang sayap: 25.81 m (84 ft 8 in)
  • Tinggi: 8.18 m (26 ft 10 in)
  • Area sayap: 59.1 m² (636 ft²)
  • Berat Kosong: 9,800 kg (21,605 lb)
  • Berat Isi: 15,500 kg (16,500 kg Military load) ( lb)
  • Maksimum takeoff: 15,100 kg (33,290 lb)
  • Tenaga Penggerak:General Electric CT79C turboprops, 1,395 kW (1,850 bhp) each

Kemampuan

  • Kecepatan Maksimum: 509 km/j (317 mpj)
  • Jarak: 796 km (496 mil)
  • Ketinggian Maks: m ( ft)
  • Daya Menanjak: 542 m/min (1,780 ft/min)
  • Beban Sayap Maks: kg/m² ( lb/ft²)
  • Power/berat: kW/kg ( hp/lb)

Operator Militer

Info Terkait

 Sequence

Pesawat Sekelas:

CASA C-212 Aviocar


C-212
UAE C-212.JPEG
C-212
 Tipe Pesawat pengangkut
 Produsen PT. Dirgantara Indonesia dan EADS-CASA
 Perancang CASA
 Terbang perdana 26 Maret 1971
 Pengguna Angkatan Udara Portugal
TNI AL
Angkatan Udara Spanyol
Angkatan Udara Polandia
CASA C-212 Aviocar adalah sebuah pesawat berukuran sedang bermesin turboprop yang dirancang dan diproduksi di Spanyol untuk kegunaan sipil dan militer. Pesawat jenis ini juga telah diproduksi di Indonesia di bawah lisensi oleh PT. Dirgantara Indonesia. Bahkan pada bulan Januari 2008, EADS CASA memutuskan untuk memindahkan seluruh fasilitas produksi C-212 ke PT. Dirgantara Indonesia di Bandung.[1] PT. Dirgantara Indonesia adalah satu-satunya perusahaan pesawat yang mempunyai lisensi untuk membuat pesawat jenis ini di luar pabrik pembuat utamanya.

Sejarah

Pada akhir 1960-an, Angkatan Udara Spanyol masih mengoperasikan pesawat kuno Junkers Ju 52 dan Douglas C-47. CASA merancang C-212 sebagai alternatif modern, prototipe pertama terbang pada 26 Maret 1971. Pada 1974, Angakatan Udara Spanyol memutuskan untuk membeli C-212 untuk memordenisasi armadanya.
Ketika maskapai penerbangan sipil melihat keberhasilan tipe ini pada operasi militer, CASA membuat versi komersial sipil yang dikirim pertama kali pada bulan Juli 1975. Sampai 2006 masih tercatat beberapa pesawat ini masih operasional di seluruh dunia termasuk Merpati Nusantara Airlines untuk jalur perintis di Timur Indonesia.

Varian

World operators of the C-212.jpg
Ada beberapa varian C-212, mereka adalah:

Seri 100

  • C-212A - versi produksi militer orisinal. Dikenal juga dengan C-212-5, C-212-5 series 100M, dan oleh Angkatan Udara Spanyol sebagai T-12B and D-3A (untuk pesawat medevac) diproduksi 129 buah
  • C-212AV - versi transportasi VIP, T-12C
  • C-212B - 6 C-212A pra-produksi dikonversi untuk misi photo-reconnaissance, TR-12A
  • C-212C - versi sipil orisinal
  • C-212D - 2 C-212A pra-produksi dikonversi untuk keperluan pelatihan navigasi, TE-12B.
  • NC-212-100 - Diproduksi di bawah lisensi di Indonesia sejak 1976, PT. Dirgantara Indonesia memproduksi 28 NC-212-100 sebelum beralih ke NC-212-200.

Seri 200

Versi lebih panjang dengan mesin baru diperkenalkan pada tahun 1979. CASA C-212-200 juga populer sebagai pesawat skydiving, dikenal karena mempunyai kapasitas besar, menanjak dengan cepat dan pintu keluar belakang yang besar.
  • C-212 seri 200M - versi militer; dikenal juga dengan nama T-12D di Spanyol dan Tp 89 untuk Angkatan Udara Swedia. Spesialis ASW dan maritime patrol aircraft juga diproduksi untuk versi ini.
  • NC-212-200 - C-212-200 - dibuat di bawah lisensi oleh PT. Dirgantara Indonesia.

Seri 300

Versi produksi standar mulai dari tahun 1987. Dilengkapi winglet untuk performa lebih baik.
  • C-212-M seri 300 atau Seri 300M - versi militer
  • C-212 seri 300 airliner - pesawat regional 26 kursi
  • C-212 seri 300 utility - versi penggunaan sipil 23 kusi
  • C-212 seri 300P - versi penggunaan sipil dengan mesin Pratt & Whitney Canada PT6A-65

Seri 400

Versi yang sedikit lebih besar, pertama kali terbang tahun 1987. Kode militer Amerika Serikatnya adalah C-41.

Spesifikasi (Seri 300M)

Garrett AiResearch TPE-331 Engine.JPG
Turboprop cutaway.jpg

Ciri-ciri umum

  • Kru: Dua pilot
  • Kapasitas: sampai 20 pasukan, 12 liter, atau kargo 2.820 kg
  • Panjang: 16,15 m
  • Bentang sayap: 20,28 m
  • Tinggi: 6,60 m
  • Area sayap: 41 m²
  • Berat kosong: 4.400 kg
  • Berat isi: kg ( kg)
  • Maksimum Takeoff (MTOW): 8.000 kg
  • Tenaga Penggerak: 2x Garrett AiResearch TPE-331-10R-513C, masing-masing 690 kW (925 shp)

Performa

  • Kecepatan maksimal: 370 km/j (230 mpj)
  • Jarak: 1.433 km (895 mil)
  • Ketinggian maksimal: 7.925 m (26.000 kaki)
  • Daya tanjak: 497 m/menit (1.630 kaki/menit)
  • Wing loading: kg/m² ( lb/kaki²)
  • Power/berat: kW/kg ( hp/lb)

Persenjataan

CASA C-212 Coast Guard Swedia.

Operator militer

  • Afrika Selatan
  • Amerika Serikat
  • Angola
  • Argentina
  • Bolivia
  • Myanmar
  • Chad
  • Chili
  • Djibouti
  • Guinea Khatulistiwa
  • Guinea
  • Ghana
  • Indonesia
  • Kolombia
  • Lesotho
  • Meksiko
  • Nikaragua
  • Panama
  • Paraguay
  • Perancis
  • Portugal
  • Spanyol
  • Swedia
  • Sudan
  • Suriname
  • Thailand
  • Uni Emirat Arab
  • Uruguay
  • Venezuela
  • Yordania
  • Zimbabwe


Boeing 777-400


Boeing 777
Boeing-Logo.svg
United Airlines B777-200 N780UA.jpg
Boeing 777 milik United Airlines
 Tipe Wide-body jet airliner
 Produsen Boeing Commercial Airplanes
 Terbang perdana 12 Juni 1994
 Status Dalam produksi
 Pengguna Emirates
Singapore Airlines
Air France
United Airlines
 Tahun produksi 1993–sekarang
 Jumlah produksi 822 sampai November 2009
 Harga satuan 777-200ER: US$205.5–231.0 million[1]
777-200LR: US$237.5–263.5 million[1]
777-300ER: US$257.0–286.5 million[1]
777F: US$252.5–260.5 million[1]
Boeing 777 adalah sebuah pesawat badan lebar mesin kembar berjarak jauh dibuat oleh Boeing Commercial Airplanes. Dia dapat membawa antara 305 - 550 penumpang dan memiliki jangkauan dari 5.600 dampai 8.870 mil nautikal (10.400 sampai 16.400 km). Penerbangan pertama 777 pada 1994.
Ciri unik dari 777 termasuk enam roda pendaratan per set di setiap roda pendaratan utama, fuselage yang bundar sempurna, dan "tailcone" belakang yang menyerupai mata pisau.
Pada 2005 harga satuannya sekitar AS$213 juta, meskipun harga bagi maskapai penerbangan dirahasiakan dan dapat bervariasi sangat besar.
Boeing 777 dibuat untuk menjadi pengganti Boeing 747, namun lebih efisien. Oleh karena itu, Boeing 777 yang dirancang untuk pengganti 747, menjadi pesawat bijet (mesin ganda) terbesar di dunia. Edisi 777 yang terbesar adalah 777-300 dan dengan jarak terjauh adalah 777-200LR. Emirates, maskapai nasional UEA adalah operator terbesar pesawat 777.

Sejarah

Boeing 777-300/-200 milik Japan Airlines
Boeing 777 mulai terbang tahun 1995, dengan United Airlines. United membeli seri 777-200 untuk permulaan. Seri kedua adalah Boeing 777-200ER dan masuk masa service pada tahun 1997, dan dikirim pertama kali untuk British Airways. Edisi ketiga adalah Boeing 777-300 yang berbadan besar, dibuat pertama kali tahun 1998 kepada maskapai Cathay Pacific Airways. Edisi -300 dapat membawa 550 orang penumpang, karena perancangan 777-300 bertujuan untuk menggantikan Boeing 747-100 dan 747-200.
Edisi -200, -200ER, dan -300 adalah edisi pertama Boeing 777. Dua seri lain, yaitu Boeing 777-200LR dan Boeing 777-300ER adalah seri jarak panjang. Boeing 777-300ER ("ER" untuk Extended Range) adalah seri jarak panjang Boeing 777-300, dan masuk masa pada tahun 2004, dikirim pertama kali untuk Air France. Boeing 777-200LR memasuki masa layanan tahun 2006, dan pelanggan pertama 777-200LR adalah Pakistan International Airlines. Kemudian, jejak PIA dalam pembelian Boeing 777-200LR diikuti oleh maskapai-maskapai lain sebagai berikut :
Keterangan : Emirates adalah operator terbesar Boeing 777, Beberapa operator Boeing 777 lainnya (baik yang sudah operasi maupun dalam pesanan):
dan lain-lain.

Catatan

Boeing 777-300 merupakan pesawat terbesar untuk kategori pesawat komersial mesin ganda. Dan untuk Boeing 777-300ER (Extended Range), mesinnya, General Electric GE90-115B memiliki diameter yang sedikit lebih besar daripada diameter kabin Boeing 737. Pesawat ini memiliki kemiripan dengan Airbus A380-800, yaitu pada roda pendaratannya. Kedua pesawat ini memakai enam roda untuk dua set roda pendaratan utamanya. Bedanya, Airbus 380-800 memiliki tambahan dua set roda pendaratan yang serupa dengan Boeing 747-400 (dengan empat roda per set roda pendaratan)
Pesawat Boeing 777 ini sudah dilengkapi dengan sistem kemudi fly-by-wire. Sistem ini biasanya dipakai pada pesawat tempur. Fungsinya adalah untuk mengatasi gejala "kurang ruang" yang terjadi pada saat pilot menggerakkan "tuas kemudinya". Sistem Fly-by-wire juga sudah diaplikasikan pada pesawat Airbus A320, A330, A340, A350 dan A380 Series. Sistem Fly-by-wire diperkirakan akan terus dipakai untuk setiap rancangan pesawat masa depan.
Boeing 777 adalah pesawat pertama yang bentuk badannya dirancang secara penuh dengan menggunakan desain komputer. Dan pada varian yang baru, pesawat ini dilengkapi dengan "ruangan lantai atas tambahan" yang dapat digunakan sebagai tempat istirahat bagi para awak pesawat. Dalam pembuatan kokpitnya, pihak Boeing mendapat masukan dari sekitar 600 orang pilot. Pesawat ini menggunakan layar LCD yang terpadu dalam bentuk glass cockpit.
Pesawat ini merupakan pesawat pertama dari Boeing yang menggunakan Glass Cockpit secara menyeluruh. Glass cockpit terkesan jauh lebih rapi dan elegan jika dibandingkan dengan cockpit konvensional. Sistem Glass cockpit ini dipercaya akan menjadi trend bagi pesawat-pesawat baru. Glass Cockpit telah digunakan pada Boeing 737 NG series, Boeing 747-400, Boeing 787 Dreamliner, Airbus A330, A340, A350 dan A380 series.
Boeing 777 juga telah mengeluarkan versi cargo.yaitu versi Boeing 777F (Freighter). Pesawat ini menggunakan sistem glass cockpit dan radar versi Honeywell terbaru.consumer perdana boeing ini adalah Air France.pesawat ini terbang perdana pada bulan Februari tahun 2010.


Boeing B-737-400



Boeing 737
Boeing-Logo.svg
Air Berlin B737-700 Dreamliner D-ABBN.jpg
Boeing 737
 Tipe Airliner
 Produsen Boeing Commercial Airplanes
 Terbang perdana 9 April 1967
 Status Active
 Pengguna Southwest Airlines
Ryanair
Continental Airlines
Alaska Airlines
 Tahun produksi 1968 – sekarang
 Jumlah produksi 6,199 pada 31 October 2009[1]
 Harga satuan 737-100: US$32 million[2]
737 NG: US$51.5-87 million (2008)[3][4]
 Varian Boeing T-43
Boeing 737 Classic
Boeing 737 Next Generation
Boeing 737-800 , Air Berlin.
Boeing 737 adalah pesawat komersial untuk penerbangan jarak dekat dan sederhana. Pertama kali dibuat pada tahun 1967, Boeng 737 adalah produk Boeing yang paling laku dengan penjualan sebanyak 6000 buah.Boeing juga meraup banyak rejeki dari pesawat ini karena ini pesawat paling terlaris di dunia.

Sejarah

Pada era 60-an, pesawat penumpang berkapasitas rendah dan jarak dekat didominasi oleh BAC 1-11 dan Douglas DC-9. Boeing ketika itu dapat dikatakan tertinggal dibanding dengan pesaing-pesaingnya dalam pembuatan pesawat berjarak dekat. Pada 1964, Boeing memulai program pembuatan 737 tetapi, untuk menghemat waktu Boeing menggunakan rancangan Boeing 707 dan Boeing 727 dalam pembangunan 737. Hal ini adalah satu kelebihan bagi 737 karena lebar fuselage 737 yang didesain ini mampu memuat enam tempat duduk, lebih satu dari BAC 1-11 dan Douglas DC-9.
Boeing 737 maskapai Astraeus.
737-100 adalah desain pertama Boeing dan karena bentuknya yang pendek dan gemuk, Boeing menggelarkannya "FLUF" untuk 'Fat Little Ugly Fella' di mana pada masa yang sama, industri penerbangan memanggilnya 'Baby Boeing'. Seri -100 dan -200 dapat dibedakan dengan seri-seri yang lain dengan melihat kedudukan mesinnya yang bercantum dengan sayap pesawat. Manakala Pratt and Whitney JT8D adalah mesin asal untuk model ini
Penerbangan perdana 737 (sebuah pesawat seri 100) dilaksanakan pada 9 April 1967 dan penerbangan komersial pada Februari 1968 oleh Lufthansa. Bagi 737-200, penerbangan perdananya ialah pada 8 Agustus 1967. Akan tetapi, hanya 30 pesawat 737-100 saja yang digunakan.
Kokpit 737 awal ditampilkan di Museum of Flight di Seattle, Washington
Pada awal 1980, 737 mengalami perubahan yang besar, yaitu penggantian mesin 737 dari JT8D keCFM56. Namun, mesin ini terlalu besar dibandingkan dengan JT8D, sehingga harus dipasang dibawah sayap. Bagian bawah mesin ini terpaksa diratakan untuk tujuan kelegaan tempat. 737-300 mulai beroperasi pada tahun 1984.
Pada 1990 pula, kemunculan Airbus A320 yang dilengkapi dengan teknologi tinggi merupakan satu saingan baru bagi 737. Dan pada tahun 1993 Boeing memulai pembangunan '737 - X Next Generation (NG)'. Program ini adalah untuk pembinaan seri -600, -700, -800 dan -900.
Dalam pembuatan NG ini, perubahan dilakukan dengan merancang sayap baru, peralatan elektronik yang baru dan rancangan ulang mesin pesawat. 737 NG dilengkapi dengan teknologi-teknologi dari Boeing 777, tingkap kokpit berteknologi tinggi, sistem dalaman pesawat yang baru (diambil dari 777), dengan penambahan berupa 'wingtip' sehingga menjadi sayap lawi yang mengurangi biaya bahan bakar dan memperbaiki proses 'take-off' pesawat. Pesawat 737 NG boleh dikatakan sebagai sebuah model baru kerana ciri-cirinya yang banyak berbeda dengan seri-seri yang lama.
Pada tahun 2001, Boeing membuat 737-900 yang mampu terbang lebih jauh dam menampung penumpang lebih banyak dari 707.
Pada varian terbaru, yaitu Boeing 737-900 ER (Extended Range), cockpitnya telah dilengkapi dengan HUD (Head Up Display). Peralatan ini biasanya dipakai pada pesawat militer / pesawat tempur. Fungsinya adalah untuk mempermudah pilot dalam menentukan kemiringan pesawat baik secara vertikal maupun horizontal. Pesawat ini menggunakan layar LCD yang terpadu dalam bentuk glass cockpit. Pesawat ini menggunakan Glass Cockpit secara menyeluruh. Sistem Glass cockpit ini dipercaya akan menjadi trend bagi pesawat-pesawat baru. Lion Air merupakan launch customer pesawat ini.

Variasi

Seri-seri 737 dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
  • Original: the 737-100 dan -200 (Dibangun dalam 1967 - 1988)
  • Klasik: the 737-300, -400, dan -500 (Dibangun dalam 1983 - 2000)
  • 'Next-Generation' (atau 737 NG): 737-600, -700, -800, dan -900 (Dibangun dari 1997 - )
Variasi juga terdapat dalam separuh pesawat dalam generasi yang sama:
  • 737-100 — terkecil, model pertama
  • 737-200 — seri -100 yang dipanjangkan untuk memenuhi pasaran Amerika Serikat
  • 737-500, 737-600 — seri pendek untuk -300 dan -700
  • 737-300, 737-700 — model baru, seperti 737-200 yang dipanjangkan
  • 737-400, 737-800 — seri yang dipanjangkan untuk digunakan untuk penerbangan ulang alik dan kegunaan korporat
  • 737-900 dan 900X — versi terbaru yang dipanjangkan
  • 737-700IGW, 737-800ERX — variasi untuk kegunaan militer(lihat #Variasi Militer).
Terdapat juga variasi 737 yang lain yaitu Boeing Business Jet (BBJ dan BBJ2). Desain ini berdasarkan seri -700 tetapi sayapnya disesuaikan dengan sayap seri -800, sedangkan BBJ2 adalah berdasarkan 737-800. BBJ berupaya untuk terbang lebih jauh dan kebanyakan pesawat ini digunakan untuk pesawat pribadi para eksekutif perusahaan besar dan pesawat pemerintahan di dunia.

Variasi Militer

737 juga terdapat didalam beberapa variasi untuk kegunaan militer.

Statistik

  • Kecepatan Terbang: Mach 0,74, 420 knots (780 km/h) (Original & Klasik)
  • Kecepatan Terbang: Mach 0,78, 440 kt (815 km/h) (NG)
  • Mesin: 2 mesin turbofan, antara 64,4 kN sampai 117,3 kN per mesin
  • Jangkauan jelajah maksimum:
    • 3.050 mil laut (5.650 km) (600)
    • 3.060 mil laut (5.670 km) (700, 800)
    • 2.745 mil laut (5.080 km) (900)
  • Jarak dari ujung sayap kiri ke ujung sayap kanan: antara 28,3 m sampai 34,3 m (93,0 kaki - 112,6 kaki) (36 m untuk sayap lawi bagi -700, -800, -900)
  • Panjang:
    • 31,2 m (102,5 kaki) (600)
    • 39,5 m (129,5 kaki) (700, 800)
    • 42,1 m (138,2 kaki) (900)
  • Ketinggian ekor pesawat:
    • 12,6 m (41,3 kaki) (600)
    • 12,5 m (41,2 kaki) (700, 800, 900)
  • Berat maksimum saat lepas landas(takeoff):
    • 65.090 kg (143.500 lb) (600)
    • 79.010 kg (174.200 lb) (700, 800, 900)
  • Kapasitas: 85 hingga 189 penumpang
  • Biaya: USD $44 juta hingga $74 juta menurut daftar harga 2004 [1]
  • Autopilot, display, navigasi and sensor oleh Honeywell
  • Seksi 41, fuselage, dan sebagian besar bagian dibuat di Wichita, Kansas. Perakitan terakhir di Seattle-Renton, Washington.

Boeing B-747-400 Air Force One

Air Force One adalah tanda panggil (nama) pengatur lalu-lintas udara bagi pesawat United States Air Force manapun yang mengangkut Presiden Amerika Serikat.
Sejak tahun 1990, armada kepresidenan terdiri atas 2 pesawat serial Boeing 747-200B terspesifikasi tinggi – kode ekor "28000" dan "29000" – dengan penunjukan "VC-25A".
Hanya ada satu Air Force One yang diperuntukkan bagi presiden; jika WaPres terbang pesawat ini disebut sebagai Air Force Two. Kalau tidak maka akan dipanggil dengan nomornya, seperti pesawat lain.
Salah satu episode paling dramatis atas Air Force One terjadi saat serangan 11 September 2001, saat Presiden George W. Bush terbang dari Bandar Udara Internasional Sarasota-Brandenton ke Pangkalan Angkatan Udara Barksdale dengan pesawat ini dan lalu ke Pangkalan Angkatan Udara Offutt sebelum ke Washington DC setelah menerima kabar buruk itu.